
sejenak melupakan kebencian yang lekat,
diri tak dapat berbuat apa-apa,
dikota Bandunglah ku meredakan nya
ditempat ini ku bebas berdiri
tumpang tindih hancurkan sisa-sisa kelamku dihati
jarak dan roda sesekali menyapa dan aku tersadar
dan aku terbakar
amarah, gundah,
tak luput dari dosa
mulutku penuh dengan duri yang dapat membunuh mu
kau hitam kelam yang tak pernah hilang
dan gaya hidupmu han hancurkan duniamu